Peraturan Kampung

PEMERINTAH KABUPATEN BENER MERIAH



KECAMATAN PERMATA



KAMPUNG PENOSAN JAYA



 



 



 



PERATURAN KAMPUNG



 



Untuk menjaga Kelesterian, Keamanan dan ketertiban suatu kampung perlu di buat suatu undang-undang atau peraturan Kampung tersebut. Dengan tujuan supaya dalam mengatasi suatu masalah tidak ada dianak tirikan ( pilih kasih ) adil berlaku kepada siapa saja yang berdomisili di kampung tersebut.



 



           Untuk itu kami sebagai Aparatur kampung musyawarah bersama-sama dengan lapisan masyarakat untuk membuat peraturan tersebut.



 



 Diantaranya:



 



1.Tentang hari Jum’at



           Semua kaum Bapak tidak di benarkan berpergian keluar Kampung mulai



           Jam 08.00 sampai masuknya waktu Sholat Jum’at, guna untuk, melaksa



           nakan Jum’at  bersih dan untuk memakmurkan Mesjid. Terkecuali ada



           Hal-hal yan sangat penting



 



2. Tentang Tamu/Pendatang



           -Semua pendatang wajib melapor kepada Kadus tempatnya datang.



           -Apabila ingin menetap selama tiga bulan wajib menunjukkan surat



            mandah



           -Apabila ingin berusaha selamanya, wajib menunjukkan surat Pindah



            dari tempat asalnya.



           -Setelah menjadi warga kampung wajib mengikuti semua adat istiadat



            atau persatuan yang ada di kampung.



 



 



 



                                                   Diantaranya:



 



                   - Gotong royong



                   - Pengajian Bapak dan Ibu



                   - Pengutipan Darma Wajib untuk Pembangunan Kampung



  - Apabila tidak dapat mengikuti kegiatan tersebut atau tidak mau melak



    Sakan maka dengan hormat tidak bisa menjadi warga kampung



 



3. Tentang Pencurian.



           - Apabila terjadi pencurian, baik di Kampung atau di kebun, pelakunya



             adalah orang Dewasa, maka wajib dilaporkan kepada pihak yang



             berwajib (Polisi).



           - Apabila pelakunya adalah anak-anak usia 10 Tahun kebawah maka



             diakan musyawarah Kampung. Dengan ketentuan melihat volume atau



             ukuran barang yang dicuri, kemudian di buat perjanjian yang kuat



    antara orang tua pelaku dengan aparatur kampung, bahwa yang ber



   sangkutann tidak akan mengulangi lagi perbuatannya.



 



4. Tentang Perjudian dan Miras.



           - Apabila ada warga melakukan perjudian/Miras di kampung dan ter



             Tangkap basah oleh siapapun saja, maka pelakunya didenda sebanyak



             10 Juta dan dilaporkan kepada Polisi.



 



5. Tentang Perkelahian.



           - Apabila terjadi perkelahian diantara warga kampung, sepanjang



             korban tidak terlalau parah, maka Aparatur Kampung wajib mendamai



             kannya. Apabila korban tidak senang dalam arti harus di lepas kepada



             pihak yang berwajib, maka masalahnya harus selesai di pihak berwajib



             tersebut ( tidak bisa di kembalikan ke Kampung ).



 



 



6. Tentang Muda - Mudi



 



- Apabila ada tertangkap basah ( nyata ) Muda - mudi mengisi adat terle



Lebih dulu dengan ketentuan




  • Dari pihak laki - laki. 1000.000.00  (satu juta Rupiah)

  • Dari pihak perempuan. 1000.000.00 (satu juta Rupiah )



           Setelah Adat terpenuhi baru diakan musyawarah kedua wali dengan di



           Fasilitasi Aparatur Kampung.



        - Apabila kedua belah pihak sama - sama pergi kerumah Tengku Imam



          maka tidak dibebankan sangsi adat.



-  Apabila orang luar/Pendatang Menggangu warga Kampung (  Muda -



  mudi ) Tertangkap Basah maka Pendatang wajib di bebankan Adat seba



          nyak Rp.500.000.00 ( lima ratus ribu rupiah ).



 



7. Tentang KDR



        - Apabila ada tindakan kekerasan terhadap seseorang kaum wanita ( diluar



         Batas )  maka pelakunya harus di serahkan kepada pihak yang berwajib.



 



8. Tentang Menggangu Rumah Tangga Orang Lain



        ( Membelah Rumah Tangga )




  • Apabila ada kejadian seseorang Menggangu Rumah Tangga orang lain



dengan cara paksa ( Rampas ) sehingga korban melapor kepada Aparatur



Kampung maka pelakunya wajib di keluarkan dari Kampung ( Pindah ).



       



6. Tentang Kopi Lelesen dan buah Alpokat



           -Apabila ada Warga Mengambil Kopi Lelesen dan buah Alpokat tanpa



            sepengetahuan yang punya kebun maka perbuatannya dianggap



            Mencuri, hukumannya adalah :



                   -Apabila pelakunya Anak-anak denda Rp. 500.000. (lima ratus ribu



                     rupiah)



                   -Apabila pelakunya orang Dewasa denda Rp. 1000.000. (Satu Juta



                    Rupiah)



 



7. Tentang Acara Muda-Mudi



   - Acara Muda-Mudi/Perpisahan di tempat pesta tidak di benarkan.



 



  Demikian Peraturan ini dibuat dengan secara Musyawarah agar dapat dipergunakan di kemudan hari



 



 



 



                                                                       Ditetapkan di  : Penosan Jaya



                                                                                             Pada Tanggal, : 12 Des  2015



                                                                                                       Pjs Kepala Kampung



 



 



              MENGETAHUI                                                         MUHAMMAD AMIN         



                KETUA BPK



 



 



                   PAJAR



 



Tembusan.



1. Bapak Camat Permata di Weh Tenang Uken



2. Bapak Kapolsek Permata di Weh Tenang Uken



3. Bapak Danramil Permata di Pemango



4. Arsip